PANDUAN PENILAIAN

 

MODEL PENILAIAN KELAS

 

 

SMP/MTs

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL

PUSAT KURIKULUM

 

KATA PENGANTAR

 

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35, mengenai standar nasional pendidikan.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Salah satu tugas Pusat Kurikulum adalah mengembangkan model-model kurikulum berdiversifikasi sebagai bahan pertimbangan bagi BSNP untuk dapat menetapkan model-model kurikulum. Model-model tersebut adalah sebagai berikut ini.

1.   Model Pengembangan Silabus Mata Pelajaran.

2.   Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar.

3.   Model Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal.

4.   Model Pengembangan Diri.

5.   Model Pembelajaran Terpadu IPA SMP.

6.   Model Pembelajaran Terpadu IPS SMP.

7.   Model Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup SMP dan SMA.

8.   Model Penilaian Kelas.

9.   Model KTSP SD

10. Model KTSP SMP

11. Model KTSP SMA

12. Model KTSP SMK

13. Model KTSP Pendidikan Khusus

Model-model ini bersama sumber-sumber lain dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga pengembangan kurikulum pada satuan pendidikan   dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Salah satu model diatas adalah Model Penilaian Kelas SMP. Model ini memberi contoh bagi guru di Sekolah Menengah Pertama untuk mengembangkan dan melaksanakan penilaian.

Pusat Kurikulum menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada banyak pakar yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, Direktorat di lingkungan Depdiknas, kepala sekolah, pengawas, guru, dan praktisi pendidikan, serta Depag. Berkat bantuan dan kerja sama yang baik dari mereka, contoh-contoh  KTSP  dan model-model ini dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Kepala Pusat Kurikulum

Badan Penelitian dan Pengembangan

Depdiknas,

Diah Harianti

Daftar Isi

 

Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab

I PENDAHULUAN

 

  A. Latar Belakang

2

 

  B. Tujuan

2

 

  C. Ruang Lingkup

3

 

  D. Sasaran Pengguna Pedoman

3

 

 

Bab

II KONSEP DASAR PENILAIAN

 

  A. Pengertian Penilaian Kelas

4

 

  B.  Manfaat  Penilaian Kelas

4

 

  C. Fungsi Penilaian Kelas

5

 

  D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas

5

 

  E. Penilaian Hasil Belajar Masing-Masing Kelompok Mata Pelajaran

6

 

  F. Rambu-Rambu

6

 

  G.  Ranah Penilaian

6

 

 

Bab

III TEKNIK PENILAIAN

 

  A. Penilaian Unjuk Kerja

8

 

  B. Penilaian Sikap

13

 

  C. Penilaian Tertulis

18

 

  D. Penilaian Proyek

23

 

  E. Penilaian Produk

24

 

  F. Penilaian Portofolio

25

 

  G. Penilaian Diri

27

 

 

Bab

IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN

 

  A. Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar

30

 

  B. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian

31

 

  C.  Penetapan Teknik Penilaian

33

 

 

Bab

V PENGOLAHAN HASIL PENILAIAN

 

  A. Pengolahan Hasil Penilaian

34

 

  B. Interpretasi Hasil Penilaian Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Belajar

39

 

 

Bab

VI PEMANFAATAN DAN PELAPORAN HASIL PENILAIAN

 

  A.  Pemanfaatan Hasil Penilaian

38

 

  B.  Pelaporan Hasil Penilaian Kelas

43

 

 

 

  Lampiran-Lampiran

 

  Petunjuk Pengisian Rapor

 

  A. Rasional

45

 

  B. Penjelasan Umum

46

 

  C. Penjelasan Pengisian Masing-Masing Mata Pelajaran

51

 

  D. Mekanisme Penentuan Naik Kelas dan Tinggal Kelas

51

 

  Contoh Model Rapor SD/MI

52

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Implementasi PP No. 19 tentang Standar Pendidikan Nasional membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk konsep dan teknik penilaian yang dilaksanakan di kelas.

Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik (dalam hal ini guru), satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru satuan pendidikan termasuk penilaian internal (internal assessment), sedangkan yang diselenggarakan pemerintah termasuk penilaian eksternal (external assessment).  Penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh pendidik pada proses pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu.  Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pengendali mutu, seperti ujian nasional.

Penilaian kelas merupakan penilaian internal terhadap proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik, dalam hal ini guru di kelas atas nama satuan pendidikan untuk menilai kompetensi peserta didik pada saat dan akhir pembelajaran.

B.  Tujuan

Penyusunan model Penilaian Kelas ini bertujuan untuk:

1.    Memberikan informasi mengenai orientasi baru  dalam penilaian hasil belajar peserta didik.

2.    Memberikan wawasan tentang konsep penilaian hasil belajar yang dilaksanakan pada tingkat kelas oleh pendidik.

3.    Memberikan rambu-rambu penilaian hasil belajar.

4.    Memberikan prinsip-prinsip perencanaan, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.

C.  Ruang lingkup

Isi model penilaian kelas ini  meliputi konsep dasar penilaian kelas, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengelolahan hasil penilaian serta pemanfaatan dan  pelaporan hasil penilaian. Dalam konsep penilaian, akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian dan rambu-rambu penilaian. Teknik penilaian akan menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator, penetapan kriteria ketuntasan setiap indikator, pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. Pengelolaan hasil penilaian memberikan arahan dalam menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. Pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian dan penentuan kenaikan kelas.

D.  Sasaran Pengguna Model Penilain Kelas

Model Penilain kelas ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut:

1.    Para pendidik di satuan pendidikan untuk menyusun program penilaian kelas.

2.    Pengawas dan kepala satuan pendidikan untuk merancang  program supervisi pendidikan di satuan pendidikan.

3.    Para penentu kebijakan di daerah untuk membuat kebijakan dalam  penilaian kelas yang sesuai untuk satuan pendidikan.


BAB II

KONSEP DASAR PENILAIAN KELAS

A.  Pengertian Penilaian Kelas

Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran.

Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.

Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelum mengikuti proses pembelajaran, dan dianalisa apakah ada peningkatan kemampuan, bila tidak terdapat peningkatan yang signifikan, maka guru memunculkan pertanyaan; apakah program yang saya buat terlalu sulit?, apakah cara mengajar saya kurang menarik?, apakah media yang digunakan tidak sesuai?, dan lain-lain. Tingkat kemampuan satu peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, agar tidak merasa rendah diri, merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.

B.  Manfaat Penilaian Kelas

Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut:

1.    Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.

2.    Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik.

3.    Untuk umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.

4.    Untuk masukan bagi pendidik guna merancang kegiatan belajar.

5.    Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite satuan pendidikan tentang efektivitas pendidikan.

6.    Untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang digunakan.

C.  Fungsi Penilaian Kelas

Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut:

1.  Menggambarkan sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.

2.  Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami kemampuan dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).

3.  Menemukan kesulitan belajar dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.

4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

5. Sebagai kontrol bagi pendidik dan satuan pendidikan tentang kemajuan perkembangan peserta didik.

D. Prinsip-prinsip Penilaian Kelas

 

1. Validitas

Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, misalnya indikator ” mempraktikkan gerak dasar jalan..”, maka penilaian valid apabila mengunakan penilaian unjuk kerja. Jika menggunakan tes tertulis maka penilaian tidak valid.

2.  Reliabilitas

Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal, pendidik menilai dengan unjuk kerja, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila unjuk kerja itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan unjuk kerja  dan penskorannya harus jelas.

 

 

 

3.  Menyeluruh

Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik, sehingga tergambar profil  kompetensi peserta didik.

 

4.  Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

5.  Obyektif

Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam  pemberian  skor.

 

6. Mendidik

Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi, memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

E. Penilaian Hasil Belajar Masing-masing  Kelompok Mata Pelajaran

1.  Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui:

a). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai   perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik.

b). Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

2.  Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai.

3.  Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik.

4.  Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan kesehatan dilakukan melalui:

a). Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai  perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik; dan

b). Ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

F.  Rambu-Rambu Penilaian Kelas

Dalam melaksanakan penilaian, pendidik sebaiknya:

1.    Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.

2.    Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.

3.    Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.

4.    Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.

5.    Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan dan hasil belajar peserta didik.

6.    Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan teknik atau cara penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

7.    Mendidik dan meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin.

G. Ranah Penilaian

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan penjabaran dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. Di dalamnya memuat standar kompetensi  dan kompetensi dasar secara utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai karakteristik masing-masing mata pelajaran.

Muatan dari standar isi pendidikan adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar. Satu standar kompetensi  terdiri dari beberapa kompetensi dasar, dan setiap kompetensi dasar dijabarkan ke dalam indikator-indikator pencapaian hasil belajar yang dirumuskan atau dikembangkan oleh pendidik dalam hal ini gujru mata pelajaran dan komite satuan pendidikan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi satuan pendidikan/daerah masing-masing.  Indikator-indikator yang dikembangkan tersebut merupakan acuan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar bersangkutan.

Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian, hal ini karena memuat domain kognitif, psikomotor dan afektif.


BAB III

TEKNIK PENILAIAN

Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi  yang memuat satu ranah atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai, apakah dengan tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan perseorangan atau kelompok. Untuk itu, ada tujuh teknik yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

A.  Penilaian Unjuk Kerja

1.  Pengertian

Penilaian unjuk kerja  merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati  kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik  melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktek sholat, praktek OR, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dll. Cara penilaian ini dianggap  lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

Penilaian  unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut

a.   Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.

b.   Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.

c.    Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

d.   Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.

e.   Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati

2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja

Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk  menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya  dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berikut:

a.  Daftar Cek (Check-list)

Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai.  Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.

Contoh  Check list

 

Format Penilaian Pidato Bahasa Inggris

Nama peserta didik: ________                                      Kelas: _____

No.

Aspek Yang Dinilai

Baik

Tidak baik

1.

Organization ( Introduction, body, conclusion)

2.

Content ( depth of knowledge, logic)

3.

Fluency

4.

Language:

pronunciation

grammar

vocabulary

5.

Performance ( eye contact, facial expression, gesture)

Skor yang dicapai

Skor maksimum

       7

Keterangan

Baik mendapat skor 1

Tidak baik mendapat skor 0

b. Skala Penilaian (Rating Scale)

Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten,  2 = cukup kompeten, 3 = kompeten dan 4 = sangat kompeten. Untuk memperkecil faktor subjektivitas, perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang, agar hasil penilaian lebih akurat.

Contoh  Rating Scale

 

                                     Format Penilaian Pidato Bahasa Inggris

Nama Siswa: ________                              Kelas: _____

No

Aspek Yang Dinilai

Nilai

1

2

3

4

1.

Organization ( Introduction, body, conclusion)

2.

Content ( depth of knowledge, logic)

3.

Fluency

4.

Language:

pronunciation

grammar

vocabulary

5.

Performance ( eye contact, facial expression,  gesture)

Jumlah

Keterangan nilai:

4 = sangat kompeten

3 = kompeten

2 = cukup kompeten

1 = tidak kompeten

Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut

Skor maksimum   : 5 x 4 = 20

Kategori kriteria : 4

Rentangan Nilai   : 20 – 4

——- = 4

4

Penentuan Kriteria:

Skor 21-24, dapat ditetapkan sangat kompeten

Skor 17-20, dapat ditetapkan kompeten

Skor 13-16, dapat ditetapkan cukup kompeten

Skor  7 -12, dapat ditetapkan tidak kompeten

 


Contoh Penilaian Unjuk Kerja:

 

Mata Pelajaran : Matematika/SMP

Kelas/Semester : VII/1

 

Standar Kompetensi

 

Kompetensi Dasar

 

Indikator

 

Kriteria

Ketuntasan

 

Aspek

Tehnik Penilaian

Tes

Performance

Sikap

Pro duk

Pro yek

Portofolio

Peni laian Diri

Menggu-nakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidak-samaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah. Menggunakan perbandingan untuk pemecahan masalah. Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.

Penggunaan skala dalam memecahkan masalah.

75%

65%

Pemahaman Konsep

Penalaran dan komunikasi

Mata Pelajaran    :      Matematika.

Indikator             :      Menggunakan skala dalam memecahkan masalah.

Aspek                  :      Penalaran dan Komunikasi

Tujuan                :      Siswa dapat menghitung tinggi dan jarak dengan gambar skala dan sudut elevasi          atau sudut depresi.

Nama Siswa        :      ……………………          Kelas/semester : VII/1

Contoh Soal

Seorang siswa dengan tinggi 140 cm berdiri pada jarak 10 meter dari tiang bendera.

Ia memandang ke arah puncak tiang bendera dengan sudut elevasi 40 derajad.

Berapakah tinggi sebenarnya tiang bendera itu ?

Alternatif Cara Penyelesaian

Langkah-langkah untuk menghitung tinggi tiang bendera tersebut adalah :

1.    Menentukan skala yang akan dipergunakan (misal skala 1 : 250 )

2.    Membuat sketsa gambar dengan menggunakan skala 1 : 250.

P

400

A       4 cm         B

3.    Gambar garis AB = 4 cm ( jarak 10 meter dibagi skala ).

4.    Dengan menggunakan busur derajad, buatlah sudut 400 pada titik A.

5.    Dari titik B, buat garis ke atas hingga memotong garis pada langkah 4 di titik P           ( PB tegak lurus AB )

6.    Ukurlah jarak titik P ke titik B.

7.    Hasil pada langkah (6) kalikan dengan skala.

8.    Tinggi tiang bendera sebenarnya adalah hasil yang diperoleh pada langkah (7) ditambah dengan tinggi siswa.

Prosedure Penilaian

Menggunakan    : kartu evaluasi, kartu standar, dan rubrik penskoran

 

Kartu Evaluasi      

Setiap langlah yang benar mendapat skor 1.

Skor

K r i t e r i a

8

Langkah-langkah menggambar dan hasil yang diperoleh benar

7

Langkah-langkah menggambar benar, hasil yang diperoleh salah

6

Langkah-langkah menggambar benar, jarak PB salah

5

Menggambar garis PB tidak tegak lurus AB

4

Besar sudut pada titik A tidak 400

3

Panjang garis AB tidak 4 cm

2

Membuat sketsanya salah

1

Tidak bisa menentukan skala

Kartu Standar

Skor

Artinya

8

siswa dapat mengerjakan dengan benar dan sempurna

7

pekerjaan siswa mendekati benar dan sempurna

6

pekerjaan siswa baik

£ 5 siswa harus belajar lebih giat agar siap pada tugas berikutnya

Rubrik Penskoran

Level

Deskripsi

3 (Superior)

·       Menggunakan alat secara trampil, tepat dan benar

  • Proses pengerjaan secara berurutan
  • Besar sudut pada titik A tepat 400
  • Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih

2 (Memuaskan)

·       Menggunakan alat secara trampil, tepat dan benar

  • Proses pengerjaan secara berurutan
  • Besar sudut pada titik A tepat 400
  • Hasil yang diperoleh benar, tetapi tidak rapih dan kotor

1 (Cukup Memuaskan)

·       Menggunakan alat cukup trampil, tepat dan benar

·       Proses pengerjaan secara berurutan

  • Besar sudut pada titik A tidak tepat 400
  • Hasil yang diperoleh cukup baik, rapih dan bersih

0 (Tidak Memuaskan)

·       Menggunakan alat belum trampil, belum tepat dan salah

·       Proses pengerjaan tidak berurutan

  • Besar sudut pada titik A tidak tepat 400
  • Hasil yang diperoleh belum benar, tidak rapih dan kotor

Teknik Penilaian      : Unjuk kerja

Mata Pelajaran         : Bahasa Inggris

Kelas    : VII, Semester I

 

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik

Penilaian

Mendengarkan

1. Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

1.1.Merespon makna dalam percakapan transaksional dan interper-sonal yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancer dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur :

–    Menyapa orang yang sudah/belum dikenal

–    Memperke-nalkan diri sendiri/orang lain.

–    Memerintah atau melarang.

  • Merespon sapaan orang yang belum dikenal.
  • Merespon sapaan orang yang sudah dikenal.
  • Merespon perkenalan orang lain.
  • Merespon perintah orang lain.

 

 

 

  • Merespon larangan.
70%

70%

70%

70%

 

 

 

 

70%

Mende-ngarkan Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis

Tes tulis dan unjuk kerja.

 

Tes tulis dan unjuk kerja.

KK = Kriteria Ketuntasan

 

Indikator             :  1.Merespon perintah orang lain

                             2. Merespon larangan

Aspek                  :  Mendengarkan

Tehnik Penilaian :  Unjuk Kerja

Bentuk Penilaian :           Melakukan perintah / Larangan (listen and do)

 

Alat Penilaian        :

Listen to the instruction and do it !

A.  1. Go to the door and open it.

2. Go back to your seat and sit down.

3. Take your note book and show it to me.

B.  1. Don’t be noisy. Be quiet.

2. Don’t turn on the light. Turn it off.

3. Don’t sit down. Stand up.

Kriteria Penilaian :

1.    Setiap kegiatan dilakukan dengan benar diberi skor 2

Setiap kegiatan dilakukan kurang benar diberi skor 1

Setiap kegiatan salah diberi skor 0

2.    Skor maksimal bagian A/B = 6

Nilai maksimal bagian A/B = 100

Nilai perolehan siswa bagian A/B =

Jumlah skor perolehan  x 100

Skor max

Nilai A + Nilai B   =  2

3.    Nilai perolehan siswa =

Catatan :

1.    Jika siswa x, pada bagian A memperoleh skor 4, maka nilainya untuk indikator 1 = 4/6 X 100 = 66,6

2.    Kriteria ketuntasan indikator  1 = 70.

3.    Berarti siswa x untuk indikator 1 belum tuntas  ~> remedial

 

Mata Pelajaran         :  Bahasa Inggris

Kelas                       :  VII, Semester 1

Pemetaan Penilaian  :

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik

Penilaian

Membaca

5. Memahami makna dalam teks tulis fugsional pendek sangat sederhana yang bekaitan dengan  lingkungan terdekat

5.1 Membaca nyaring bermakna kata, frasa dan kalimat dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat

5.2 Merespon makna yang terdapat dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat

  • Membaca nyaring teks pengumuman
  • Mengidentifikasi fungsi komunikatif teks fungsional.
  • Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks fungsional
  • Menidentifikasi makna kata, frasa, dan kalimat  teks fungsional
70

70

70

65

Membaca

Membaca

Unjuk kerja

Tes tulis

 


Indikator             : Membaca nyaring teks pengumuman dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang benar

Aspek                  : Membaca

Tehnik Penilaian : Unjuk kerja

 

Alat Penilaian      : 

1.    Read aloud the following announcement clearly

Your attention please,

Students of class seven-four, please gather

In the library after class.

There will be a meeting with miss Erna.

Thank you

Kriteria Penilaian: Penilain untuk asprk membaca nyaring meliputi

a. Ucapan       =   30

b. Tekanan     =   25

c. Intonasi      =   25

d. Kelancaran =   20

Rubrik Penilaian

Aspek

Score

Uraian

Ucapan

3

Benar semua, sesuai dengan standar ucapan yang berlaku

2

Hampir semua benar dengan dua , tiga kata kurang tepat

1

Banyak membuat kesalahan

Tekanan

3

Benar semua, sesuai dengan aturan yang berlaku

2

Benar dengan beberapa yang kurang tepat

1

Banyak yang kurang tepat

Intonasi

3

Benar semua, sesuai dengan  aturan yang berlaku

2

Benar, dengan satu atau dua intonasi kurang pas

1

Banyak intonasi yang kurang tepat

Kelancaran

3

Lancar tanpa hambatan

2

Lancar dengan sesekali ragu

1

Tersendat-sendat

Format Penilaian

No..

Nama

Ucapan

Tekanan

Intonasi

Kelancaran

Jumlah

Ket.

30

25

25

20

Skor

Nilai

Skor

Nilai

Skor

Nilai

Skor

Nilai

1.

2.

3.

Adinda

Dona

Fari

3

2

30

20

2

2

16,6

16,6

2

2

16,6

16,6

3

2

20

13,3

83,2

66,5

Tuntas

Tuntas


Mata pelajaran         : Biologi

Kelas/Smt                : VII/2

Standar Kompetensi : 7.            Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Kompetensi Dasar    : 7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan

Indikator                  :      Melakukan percobaan tentang penjernihan air secara sederhana

Aspek                      : Kinerja ilmiah

Teknik penilaian      : Unjuk kerja

Kegiatan

 

Pencernihan Air

 

1.    Siswa melakukan percobaan untuk mendapatkan air bersih secara sederhana

2.    Lakukan/rangkaian percobaan seperti pada gambar berikut

3.    Pasir, kerikil dan batu dicuci sampai bersih

4.    Siswa membanding air di gelas A dengan air di gelas B

5.    Siswa membuat laporan kegiatan


Rubrik

Penilaian Kegiatan Pratikum Biologi

Nama      :

Judul       :

Tanggal   :

No

Aspek yang dinilai

Penilaian

Baik sekali

4

Baik

3

Sedang

2

Kurang

1

1

Pengetahuan tentang prosedur kerja

2

Ketepatan pemilihan alat dan bahan

3

Hasil pengamatan

4

Ketepatan menyusun laporan

Jumlah

Nilai

                                                                                      Guru

         

 

(…………………………..)

Format Penilaian Kinerja Ilmiah

No

Aspek yang dinilai

Nama siswa

Mempersiapkan alat dan bahan

Merangkai percobaan

Mengamati hasil percobaan

Jumlah skor

4

3

2

1

4

3

2

1

4

3

2

1

1

2

3

4

5

6

7

Mempersiapkan alat

Skor 4 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir dicuci dengan bersih dan kapas.

Skor 3 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir dicuci kurang bersih dan kapas.

Skor 2 : Jika menggunakan batu sedang, kerikil, pasir tidak dicuci dan kapas.

Skor 1 : Jika tidak menggunakan salah satu dari komponen.

Merangkai percobaan

Skor 4 : Jika kapas diletakan paling bawah lebih banyak kemudian batu sedang, kerikil dan pasir.

Skor 3 : Jika kapas diletakkan paling bawah sedikit kemudian batu sedang, kerikil dan pasir.

Skor 2 : Jika kapas diletakan paling bawah sedikit kemudian kerikil, batu sedang dan pasir.

Skor 1 : Jika susunan batu sedang, kerikil, pasir dan kapas.

Mengamati hasil percobaan

Skor 4 : Jika air di gelas B jernih dan mengidentifikasi sampah apa yang tertinggal di pasir.

Skor 3 : Yaitu air di gelas B jernih dan tidak mengidentifikasi sampah yang tertinggal di atas pasir.

Skor 2 : Jika air di gelas B kurang jernih dan mengidentifikasikan sampah di atas pasir.

Skor 1 : Jika air di gelas B keruh dan tidak mengidentifikasi sampah di atas pasir.

Jumlah skor

Nilai =                               x 10

Skor maksimal

PENILAIAN SIKAP ILMIAH

Sebagai contoh lembar observasi untuk menilai sikap ilmiah secara individu dapat dilihat dibawah ini:

No

Indikator

Sikap

Nama Siswa

Keterbukaan

Objektif

Teliti

Kedisiplinan

Kerjasama

Kejujuran

Tanggung Jawab

Total

1

 Amanda

4

3

4

5

4

4

4

28

2

 Nur

2

4

3

4

3

4

4

24

3

 Hafiz

3

4

4

4

5

3

3

26

4

 Faiz

4

3

4

5

3

4

4

27

Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap ilmiah

Skor untuk masing-masing sikap di atas dirata-ratakan dan dikonversikan ke dalam bentuk kualitatif. Skala penilaian dibuat dengan rentangan dari 1 sampai dengan  5. Penafsiran angka-angka tersebut adalah sebagai berikut: 1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = cukup. 4= baik, dan 5 = amat baik.

skor maksimum perangkat tes =           5 ( skor maks setiap indikator) X 7 ( indikator)

=  35.

 

Nilai sikap ilmiah dapat  diberikan dalam bentuk huruf, oleh karena itu  total skor yang telah diperoleh  harus dikonversi.

Skor total jawaban benar siswa

Konversi  Nilai    =   —————————————-  X 100

Skor maksimum perangkat tes

Jadi siswa yang memperoleh skor 28 setelah dikonversi nilainya menjadi:

28

—-   X 100   =    80

35

Banyak cara untuk  mengkonversi skor menjadi nilai, salah satunya yang sederhana yaitu menggunakan kriteria sbb.

Skor Total

NILAI KONVERSI

Kategori

Angka

Huruf

29 – 35

21 – 28

14 – 20

7 – 13

 81 – 100

61 – 80

41 – 60

20 – 40

A

B

C

D

Amat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Nilai sikap ilmiah  hasil konversi untuk  siswa yang memperoleh skor 80 adalah  B

B.  Penilaian Tertulis

1.  Pengertian

Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti menjawab secara lisan, memberi tanda, mewarnai, menggambar, melakukan sesuatu, dan lain sebagainya.

2.  Teknik Penilaian

Ada dua bentuk soal  tes tertulis, yaitu:

a.  memilih jawaban,  yang  dibedakan menjadi:

1)    pilihan ganda

2)    dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)

3)    menjodohkan

4)    sebab-akibat

b.  mensuplai jawaban, dibedakan menjadi:

1)    isian atau melengkapi

2)    jawaban singkat atau pendek

3)    uraian

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar-salah, isian singkat, menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan berpikir tinggi dengan cakupan materi yang luas. Peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya, sehingga   cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan menerka. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Selain itu tes bentuk pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis kelemahan peserta didik atau memodifikasi kegiatan pembelajaran. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas yang otentik dan berkesinambungan. Namun tes bentuk tersebut banyak digunakan untuk penilaian keterampilan berbahasa yang dilakukan secara formal.

Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya mengemukakan pendapat, berpikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam mengoreksi jawaban.

Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.

a)   Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji;

b)   materi, misalnya kesesuian soal dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum;

c)    konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas;

d)   bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.


Contoh Penilaian Tertulis

Mata Pelajaran : Matematika/SMP

Aspek               : Pemahamanan Konsep

Kelas/Semester : VII/1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik Penilaian

Tes

Performance

Produk

Proyek

Portofolio

Penilaian Diri

3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah. 3.4 Mengguna-kan perban-dingan untuk pemecahan masalah.
  • Menjelas-kan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.
  • Penggunaan skala dalam memecahkan masalah.

75%

75&

Pemahaman Konsep

Penalaran dan komunikasi

KK = Krieria Ketuntasan

Contoh Soal.

1.  Jarak antara Jakarta – Bogor 60 kilometer.

Jika skala sebuah peta 1 : 250.000, berapa centimeter jarak Jakarta – Bogor pada peta itu?

Alternatif Penyelesaian:

Skor

Jarak pada peta     = jarak sebenarnya : skala                             3

                             = 60 km : 250.000                                1

                             = 6.000.000 cm : 250.000                      2

                             = 24 cm                                              1

Jadi jarak Jakarta – Bogor pada peta adalah 24 cm.

Jumlah skor :     7

2.  Jarak antara kota A dan B pada peta 15 cm.

Dengan skala 1 : 30.000, berapa kilometer jarak sebenarnya antara kota A dan B?

Alternatif Penyelesaian:

Skor

Jarak sebenarnya        = skala x jarak pada peta               3

                                  = 30.000 x 15 cm                             2

                                  = 450.000 cm                                  1

                                  = 4,5 km                                        1

                                                                 Jumlah skor : 7

Jadi jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 4,5 kilometer.

 

Teknik Penilaian : Tertulis

Mata Pelajaran    : Bahasa Inggris

Kelas                  : VII, Semester I

Aspek                  : Mendengarkan

 

Pemetaan Penilaian   

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik

Penilaian

Mendengarkan

1. Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

1.1.Merespon makna dalam percakapan transaksional dan interper-sonal yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat sederhana secara akurat, lancer dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat yang melibatkan tindak tutur :

– Menyapa orang yang sudah/belum dikenal

–  Memperkenal-kan diri sendiri/orang lain.

–  Memerintah atau melarang.

  • Merespon sapaan orang yang belum dikenal.
  • Merespon sapaan orang yang sudah dikenal.
  • Merespon perkenalan orang lain.
  • Merespon perintah orang lain.

 

  • Merespon larangan.

 

70%

 

 

 

70%

 

 

 

70%

 

 

70%

 

 

 

70%

Mendengarkan Tes tulis

 

 

 

Tes tulis

 

 

 

Tes tulis

 

 

Tes tulis dan unjuk kerja.

 

Tes tulis dan unjuk kerja.

KK = Kriteria Ketuntasan

Teknik Penilaian         : Tes tulis

Bentuk Penilaian        : Pilihan Ganda

 

Alat Penilaian   :

v  Choose the right expression to respond the statement/utterance you are going to hear !

1.    You will hear : Hi,how do you?

Your respone : . . .

a.   Fine, thank, and you ?

b.   How do you do, nice to meet you.

c.    Good, Thanks a lot.

d.   Hi, I am alright, thanks.

2.    You will hear : hello, Budi, how are you ?

Your respone : . . .

a.   Verry well, thank you.

b.   Hope you are.

c.    It’s ok. Never mind.

d.   I’m not sure.

3.    You will hear : My name is Rohana, and you are . . . . ?

Your respone : . . . .

a.   I’m Joko.

b.   Are you ? great !

c.    Good ! Thanks.

d.   Is it ? Fine, Thanks.

4.    You will hear : Come in ! sit down !

Your respone : . . . .

a.   Sorry

b.   Great

c.    Fine

d.   Thanks

5.    You will hear : Don’t open the door !

Your respone : . . . .

a.   Yes

b.   No

c.    Sorry

d.   Good

Kriteria penilaian : 1. Setiap jawaban benar diberi skor 1.

Setiap jawaban salah diberi skor 0.

2.        Nilai siswa :      ∑ benar  x 100 =

∑ soal

Catatan :

1.    Setiap indikator dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu soal.

2.    Misalnya : indikator satu ada empat soal

Siswa A benar 3 soal, berarti nilainya ¾ X 100 = 75.

Kriteria ketuntasan indikator 1 = 70.

Berarti siswa A, untuk indikator 1 tuntas

~> lanjut ke indikator berikutnya.

 


Mata Pelajaran      : Bahasa Inggris

Kelas                     : VII, semester 1

Aspek                    : Berbicara

Pemetaan Penilaian  :

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik

Penilaian

Berbicara

4. Mengungkap-kan makna dalam teks lisan fungsional pendek sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

4.1 Mengungkapkan makna tindak tutur dalam teks lisan fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat
  • Menyebutkan daftar barang pada tempat tertentu.
  • Memberi ucapan selamat atas keberhasilan seseorang.
  • Memberi instruksi tentang cara melakukan sesuatu.
  • Memberi pengumuman secara lisan.
70%

70%

65%

65%

bebicara Tes lisan.

Tes lisan.

Tes lisan.

Tes lisan.

 

CONTOH SOAL TES LISAN

 

 

Tehnik Penilaian : Tes Lisan

Bentuk Penilaian : Uraian

 

Alat Penilaian   :

1.  Look at the picture, mention 10 things you find in the picture

GAMBAR

Kriteria penilaian :

  • Tiap jawaban benar, ucapan benar diberi skor 2
  • Tiap jawaban benar, ucapan kurang tepat diberi skor 1
  • Tiap jawaban salah diberi skor 0

No

Nama

Skor Perolehan / No

Jumlah

Nilai

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

Asti

2

Betty

3

Karlos

Nilai perolehan siswa :

Jumlah skor perolehan   x  100

umlah skor max


Pelajaran              :  Bahasa Inggris

Kelas                     :  VII, Semester 1

Aspek                    :  Membaca

Teknik Penilaian    : Tes Tertulis

Pemetaan Penilaian    :

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

KK

Aspek

Tehnik

Penilaian

Membaca

5. Memahami makna dalam teks tulis fugsional pendek sangat sederhana yang bekaitan dengan  lingkungan terdekat

5.1 Membaca nyaring bermakna kata, frasa dan kalimat dengan ucapan, tekanan dan intonasi yang berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat

5.2 Merespon makna yang terdapat dalam teks tulis fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima yang berkaitan dengan lingkungan terdekat

  • Membaca nyaring teks pengumuman
  • Mengidentifikasi fungsi komunikatif teks fungsional.
  • Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam teks fungsional
  • Menidentifikasi makna kata, frasa, dan kalimat  teks fungsional
70%

70%

 

 

70%

 

 

 

65%

Membaca

Membaca

Unjuk kerja

Tes tulis

Bentuk Penilaian      :  Jawaban Singkat

Alat Penilaian

 

1.  Read the text and give short answer to the questions below it.

GAMBAR

A.   1.  What  kind of text is it ?

2.  What ‘s the purpouse of the writer?

B.   1.  Who is Rio?

2.  What happened to him

C.   1.  What does the word”My” rever to?

2. What is the synonym of the word “Smart” in the text?

Kriteria Penilaian : Penilaian untuk aspek ini meliputi:

a.   Content/isi

b.   Language/kebahasaan

Rubrik penilaian

Skor

Uraian

3

Jika isi benar, Kebahasaan benar.

2

Jika isi benar, Kebahasaan ada kesalahan.

1

Jika isi dan kebahasaan salah.

0

Jika tidak dijawab.

No.

Nama

A

B

C

Jml

Nilai KD

Ket

1

2

SKOR

N

1

2

SKOR

N

1

2

SKOR

N

1

2

3

4

Bond

Nayla

Sheill

3

2

2

2

5

4

83,3

68,3

3

3

3

2

6

5

100

83,3

3

2

3

2

6

4

100

68,3

283,3

219,9

94,4

73,3

Ind A

Blm tuntas

Mata Pelajaran: IPA

 

Kelas/Smt                : VIII/1

Standar Kompetensi : 1.    Memahami berbagai sistem dalam manusia

Kompetensi Dasar    : 1.4   Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

Indikator                  : Membedakan pencernaan mekanik dan kimiawi

Aspek                      : Pemahaman penerapan konsep

Teknik penilaian      : Tertulis

Bentuk Soal              : Contoh Pilihan Ganda

 

Gambar 1. Pada gambar yang berfungsi mengubah makanan yang dimakan mengandung lemak menjadi asam lemak dan gliseral ditunjukkan pada no………………..

a.           1

b.           2

c.            3

d.           4

 

 

1. Seorang siswa sedang bermain di suatu kolam menemukan organisme berkepala besar badan kecil, siswa tersebut tertarik kemudian diambil dan dipelihara. Setelah dua minggu organisme tersebut berubah memiliki kaki dan berekor, dia terus mengamatinya sampai 1 bulan berubah menjadi katak. Dari hasil pengamatan tersebut dia menyimpulkan bahwa katak mengalami tahap berkembangan

a.   telur – berudu – katak berekor – katak dewasa

b.   berudu – katak berekor – katak dewasa

c.    berudu – katak berekor – katak dewasa – telur

d.   telur – katak berekor – berudu – katak dewasa

Mata Pelajaran: IPA

 

Kelas/Smt                : VIII/1

Standar Kompetensi : 1.     Memahami berbagai sistem dalam kehidupan mansia

Kompetensi Dasar    : 1.2   Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia

Indikator                  :           Membedakan ciri-ciri tahapan perkembangan pada manusia

Aspek                      : Pemahaman penerapan konsep

Teknik penilaian      : Tertulis

2. Tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi – balita – remaja – dewasa – manula. Bila sekarang memiliki ciri dapat menulis dan membaca. Setelah sepuluh tahun tahun yang akan datang memiliki ciri :

–          sudah mulai menyenangi lawan jenis

–          mulai bersolek

–          tumbuh rambut pada bagian tertentu

–          suara bergema

Ciri di atas merupakan tahap perkembangan

a.   balita

b.   remaja

c.    dewasa

d.   manula

Mata pelajaran         : Fisika

Kelas/Smt                : IX/1

Standar Kompetensi : 3.  Memahami konsep kelistrikan dan

                                           penerapannyadalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar    : 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator                  : – menerapkan rangkaian listrik dalm kehidupan sehari-hari

                                 –        dapat memprediksi arus dan tegangan dalam   rangkaian seri atau pararel

Aspek                      :    –      Kinerja ilmiah

                                  –        Pemahaman dan penerapan konsep

Teknik penilaian      :           tertulis

Pilihan Ganda

Pernyataan tentang rangkaian listrik yang benar adalah :

a.   Rangkaian seri berfungsi untuk memperkecil hambatan, kuat arus yang melewati   tiap tiap hambatan sama

b.   Pada rangkaian paralel tegangan pada ujung-ujung hambatan pengganti sama dengan   jumlah tegangan pada ujung-ujung tiap komponen

c.    Susunan rangkaian paralel berfungsi sebagai pembagi tegangan

d.   Kuat arus yang melalui hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap-tiap komponen

e.   Pada rangkaian seri tegangan pada tiap-tiap komponen sama

 

C.  Penilaian Proyek

1.  Pengertian

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.

Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:

a.    Kemampuan pengelolaan

Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.

b.   Relevansi

Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.

c.     Keaslian

Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa  petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

2.  Teknik  Penilaian Proyek

Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.

Beberapa contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek:

a)  penelitian sederhana  tentang air di rumah;

b)  Penelitian sederhana tentang  perkembangan harga sembako.

Contoh Penilaian Proyek

 

Mata Pelajaran   : Sejarah

Nama Proyek       : Perkembangan Islam di Nusantara

Alokasi Waktu      : Satu Semester

Nama Siswa : ______________________                     Kelas : XI/1

No

Aspek *

Skor (1 – 5)**

1. Perencanaan:

a. Persiapan

b. Rumusan Judul

2. Pelaksanaan

a. Sistematika Penulisan

b. Keakuratan Sumber Data/Informasi

c. Kuantitas Sumber Data

d. Analisis Data

e. Penarikan Kesimpulan

3. Laporan Proyek

a. Performans

b. Presentasi / Penguasaan

Total Skor

*    Aspek yang dinilai disesuaikan dengan proyek dan kondisi siswa/sekolah

**  Skor diberikan kepada peserta didik tergantung dari ketepatan dan kelengkapan

jawaban yang  diberikan. Semakin lengkap dan tepat jawaban, semakin tinggi perolehan skor.

Contoh penilaian Proyek

 

Mata Pelajaran        : Matematika/SMP

Aspek                    : Pemecahan Masalah

Teknik Penilaian    : Proyek

Kelas/Semester      : IX/1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Indikator

Kriteria

Ketuntasan

Aspek

Tehnik Penilaian

Tes

Performance

Sikap

Produk

Proyek

Portofolio

Penilai an Diri

Melakukan pengolahan dan penyajian data. Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, dan lingkaran Menyajikan data tunggal dalam bentuk tabel.

Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram batang, garis dan lingkaran.

75

65

Pemahaman Konsep

Pemecahan Masalah

Contoh Penilaian Proyek

Nama Proyek      : Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram.

Alokasi Waktu     : Satu bulan

Aspek                  : Pemecahan Masalah

Contoh Soal

Carilah data yang ada di sekitar rumahmu (misal data tentang jenis pekerjaan, jenis binatang yang dipelihara penduduk, tingkat pendidikan penduduk, atau data yang lain), kemudian sajikan dalam tabel distribusi

frekuensi.

Selanjutnya berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut, buatlah diagram yang sesuai.

Rubrik Penskoran

Level

Deskripsi

4

(superior)

  • Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
  • Sistematika baik, sumber data akurat dan memadai.
  • Membuat tabel frekuensi.
  • Grafiknya sesuai dengan data yang diperoleh, dan membuat kesimpulan.
  • Performancenya bersih, rapi, dan memahami tentang apa yang ditampilkan dalam grafik.

3

(memuaskan)

  • Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
  • Sistematika baik, sumber data akurat dan memadai.
  • Membuat tabel frekuensi.
  • Grafiknya sesuai dengan data yang diperoleh, dan membuat kesimpulan.
  • Performancenya tidak bersih, tidak rapi, tetapi memahami tentang apa yang ditampilkan dalam grafik.

2

(cukup memuaskan)

  • Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan menarik.
  • Sistematika baik, sumber data akurat dan memadai.
  • Membuat tabel frekuensi.
  • Grafiknya sesuai dengan data yang diperoleh, tetapi kesimpulan yang dibuat kurang tepat.
  • Performancenya tidak bersih, tidak rapi, tetapi memahami tentang apa yang ditampilkan dalam grafik.

1

(cukup)

  • Membuat perencanaan tetapi tidak lengkap, rumusan judul kurang baik dan tidak menarik.
  • Sistematika baik, sumber data akurat dan memadai.
  • Membuat tabel frekuensi.
  • Grafiknya sesuai dengan data yang diperoleh, tetapi tidak membuat kesimpulan.
  • Performancenya tidak bersih, tidak rapi, tetapi memahami tentang apa yang ditampilkan dalam grafik.

E.  Penilaian Produk

1.  Pengertian

Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.  Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:

a      Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.

b      Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.

c      Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.

2.  Teknik Penilaian Produk

Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.

a      Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk).

b      Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk (appraisal).


Contoh Penilaian Produk

 

Kelompok Mata Pelajaran  : IPTEK/Matematika/SMP

Kelas/Semester                  : VIII/2

 

 

 

Standar Kompetensi

 

 

 

Kompetensi Dasar

 

 

 

Indikator

 

 

 

Kriteria

Ketuntasan

 

 

 

Aspek

Tehnik Penilaian

Tes

Perfor mance

Produk

Proyek

Portofolio

Penilai-an Diri

Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya. Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas. Menggambar jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas.

Membuat jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas.

70%

65%

Pemahaman Konsep

Pemecahan Masalah

Contoh Penilaian Produk

Mata Pelajaran      : Matematika.

Nama Produk         : Jaring-jaring bangun ruang sisi datar.

Alokasi Waktu        : Satu bulan

Aspek                    : Pemecahan Masalah

Contoh Soal:

Buatlah jaring-jaring bangun ruang sisi datar masing-masing satu buah.

Ukuran panjang rusuk minimal 15 cm.

Prosedure Penilaian

Menggunakan rubrik penskoran

Rubrik Penskoran

Level

Deskrips

3

(superior)

*  Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.

*  Penggunaan alat, bahan aman dan efisien

*  Membuat uraian langkah-langkah pembuatan

*  Membuat uraian cara penggunaannya

*  Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih

*  Terdapat unsur inovasi

2

(memuaskan

*  Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.

*  Penggunaan alat, bahan aman dan efisien

*  Membuat uraian langkah-langkah pembuatan

*  Membuat uraian cara penggunaannya

*  Hasil yang diperoleh benar, rapih dan bersih

*  Tidak terdapat unsur inovasi

1

(cukup memuaskan)

*  Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.

*  Penggunaan alat, bahan aman dan efisien

*  Membuat uraian langkah-langkah pembuatan

*  Membuat uraian cara penggunaannya

*  Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih

*  Tidak terdapat unsur inovasi

0

(cukup)

*  Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.

*  Penggunaan alat, bahan aman dan efisien

*  Membuat uraian langkah-langkah pembuatan

*  Tidak membuat uraian cara penggunaannya

*  Hasil yang diperoleh benar, tidak rapih dan tidak bersih

*  Tidak terdapat unsur inovasi

Mata pelajaran         : Fisika

Kelas/Smt                : IX/1

Standar Kompetensi : 3.     Memahami konsep kelistrikan dan

                                           penerapannyadalam kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar    : 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator                  : – menerapkan rangkaian listrik dalm kehidupan sehari-hari

                                 –        dapat memprediksi arus dan tegangan dalam   rangkaian seri atau pararel

Aspek                      :    –      Kinerja ilmiah

                                  –        Pemahaman dan penerapan konsep

Teknik penilaian      :    Produk

 

Kegiatan : Membuat bel listrik sederhana

Gambar 3a

Rangkaian bel Listrik sederhana

No Nama  siswa Komponen yang digunakan Ketepatan merangkai estetika Total skor
1  Ahmad 4 3 4 11
2 Ita 3 4 3 10
3 Wahyu 4 3 3 10
4 Tati 4 4 4 12

Skor yang diperoleh siswa tidak otomatis menjadi nilai tetapi harus dikonversi dulu. Banyak cara untuk  mengkonversi skor menjadi nilai,   salah satu  konversi yang sederhana yaitu menggunakan kriteria dalam bentuk presentase.

                               Skor total yang diperoleh siswa

           Konversi  Nilai       =      —————————————-    X 10

      skor maksimum

                                                 11

=     ——- x 10

12

=   9,1

Maka nilai Ahmad adalah  9,1

 

SOAL URAIAN

Buatlah kombinasi rangkaian listrik sederhana dengan alat dan bahan yang ada pada gambar berikut ini.

Alat dan bahan

Gambar

1.   tiga buah lampu identik dengan spesifikasi 1,8 watt 3 volt
2.   3 buah baterai kering identik  1,5 volt
3.   kabel penghubung
4.   saklar

1.    uatlah variasi rangkaian dengan  alat dan bahan yang ada di atas,  ada berapa kemungkinan rangkaian?


Rubrik:

Komponen yang digunakan:

skor 4      jika menggunakan komponen: bel, saklar, resistor, baterai, lampu indikator

skor 3 jika menggunakan komponen: bel, saklar, resistor, baterai

skor 2 jika menggunakan komponen: bel, saklar, baterai

skor 1 jika menggunakan komponen: bel, baterai

Ketepatan merangkai:

skor 4 jika  ketepatan susunan rangkaian komponen dan kerapihan menyolder,

skor 3 jika  ketepatan susunan rangkaian komponen tetapi tidak  rapih menyolder,

skor 2 jika  tidak tepat susunan rangkaian komponen tetapi  rapih menyolder,

skor 1 jika tidak tepat   susunan rangkaian komponen dan tidak rapih  menyolder,

 

Estetika

Kriteria estetika:pengaturan komponen rapih  , ukuran bel listrik seimbang  , kualitas bunyi bagus  . bentuknya menarik

Skor 4 jika memenuhi empat kriteria

Skor 3 jika memenuhi tiga kriteria

Skor 2 jika memenuhi dua kriteria

Skor 1 jika memenuhi satu kriteria

F.  Penilaian  Portofolio

1.  Pengertian

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik, lembar jawaban tes yang menunjukkan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.

Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik sendiri. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dsb.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah, antara lain:

a.   Karya siswa adalah benar-benar karya peserta didik itu sendiri.

Guru melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.

b.   Saling percaya antara guru dan peserta didik

Dalam proses penilaian guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik.

c.    Kerahasiaan bersama antara guru dan peserta didik

Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses pendidikan

d.   Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan guru

Guru dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya.

e.   Kepuasan

Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.

f.    Kesesuaian

Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum.

g.    Penilaian proses dan hasil

Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya peserta didik.

h.   Penilaian dan pembelajaran

Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta didik.

2.  Teknik Penilaian Portofolio

Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a     Jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.

b     Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda. Misalnya, untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-karangannya. Sedangkan untuk kemampuan menggambar, peserta didik mengumpulkan gambar-gambar buatannya.

c      Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.

d     Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.

e     Sebaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya . Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik. Contoh, kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa, pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan  sistematika penulisan. Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut.

f       Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.

g      Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.

h     Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika perlu, undang orang tua peserta didik dan  diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio, sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.

 

G. Penilaian Diri (self assessment)

1. Pengertian

Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status,  proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Tujuan utama dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. Meskipun demikian, hasil penilaian diri dapat digunakan guru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke siswa yang didasarkan pada konsep belajar mandiri (autonomous lerning).

Ada beberapa jenis penilaian diri, diantaranya:

a.   Penilaian Langsung dan Spesifik, yaitu penilaian secara langsung, pada saat atau setelah selesai melakukan tugas, untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.

b.   Penilaian Tidak Langsung dan Holistik, yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang, untuk memberikan penilaian secara keseluruhan.

c.    Penilaian Sosio-Afektif, yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. Misalnya, peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain:

1)    dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;

2)    peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;

3)    dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

2.  Teknik Penilaian

Ada kecenderungan peserta didik akan menilai diri terlalu tinggi dan subyektif. Karena itu, penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Untuk itu penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

a)   Menjelaskan kepada peserta didik tujuan penilaian diri.

b)   Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.

c)    Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.

d)   Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.

e)   Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.

f)     Guru mengkaji hasil penilaian, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.

g)    Lakukan tindakan lanjutan, antara lain guru memberikan balikan tertulis, guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian

Contoh Penilaian Diri

 

Mata Pelajaran       : Matematika

Aspek                     : Penalaran

Alokasi Waktu        : 1 Semester

Nama Siswa : _________________                                      Kelas : X/1

No S. Kompetensi / K. Dasar

Tanggapan

Keterangan

1

0

1. Aljabar

a. Menggunakan aturan pangkat

b. Menggunakan aturan akar

c. Menggunakan aturan logaritma

d. Memanipulasi aljabar

1 = Paham

0 = Tidak Paham

2. Dst

Catatan:

Guru menyarankan kepada peserta didikk untuk menyatakan secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena tidak berpengaruh terhadap nilai akhir. Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran.

Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan, keterampilan, pengetahuan dan sikap seseorang. Lagi pula, interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.


BAB IV

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN

Untuk melaksanakan penilaian kelas terdapat beberapa urutan kerja yang harus dilakukan  yaitu:

A. Langkah Pertama: menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Pencapaian Hasil Belajar

Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.

Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh pendidik dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik, keluasan dan kedalaman kompetensi dasar, dan daya dukung sekolah, misalnya kemampuan guru dan sarana atau perasarana penunjang. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator pencapaian hasil belajar. Indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian.

Contoh:       Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  menjadi Indikator.

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan SMP/MTs kelas VII/1.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator*

1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

1.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan**)

  • Menendang bola dengan berbagai variasi.
  • Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
  • Menggiring bola dengan berbagai variasi.
  • Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
  • Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
  • Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
  • Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain.
  • Menyebutkan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola.

Indikator* : dikembangkan oleh pendidik satuan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah dan satuan pendidikan masing-masing .Satu KD dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator .

B.  Langkah kedua: menetapkan Kriteria Ketuntasan setiap indikator

Setelah menjabarkan kompetensi dasar menjadi beberapa indikator, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan kriteria ketuntasan setiap indikator, rentang persentase kriteria ketuntasan setiap indikator adalah antara 0% – 100%. Kriteria ketuntasan ideal untuk masing-masing indikator adalah 75%. Namun satuan pendidikan dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Sudut pandang yang diguanakn dalam penetapan adalah tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung pendidik serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Pada tahap awal penetapan kriteria ketuntasan indikator boleh-boleh saja agak rendah, namun diharapkan semaikin lama semakin meningkat, hal ini karena kualitas satuan pendidikan akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu satuan pendidikan dibandingkan dengan satuan pendidikan lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan satuan pendidikan terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria ketuntasan pencapaian indikator semakin mendekati 100%.

Contoh:       penetapan kriteria ketuntasan setiap indikator.

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan SMP/MTs kelas VII/1.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* KK

1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

1.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan**)

  • Menendang bola dengan berbagai variasi.
  • Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
  • Menggiring bola dengan berbagai variasi.
  • Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
  • Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
  • Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
  • Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain.
  • Menyebutkan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola.
80%

75%

80%

75%

75%

70%

75%

75%

KK = Kriteria Ketuntasan

C.  Langkah ketiga: pemetaan Stanar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator,  kriteria ketuntasan dan Aspek yang terdapat pada raport

Contoh:   pemetaan Stanar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator,  kriteria ketuntasan dan Aspek yang terdapat pada raport  pada beberapa mata pelajaran (pada raport)

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Kelas/Semester           : VII/1.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator* KK Aspek

1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

1.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan**)

  • Menendang bola dengan berbagai variasi.
  • Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
  • Menggiring bola dengan berbagai variasi.
  • Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
  • Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
  • Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
  • Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain.
  • Menyebutkan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola.
80%

75%

80%

75%

75%

70%

75%

75%

Keterampilan cabang olahraga

KK = Kriteria Ketuntasan


D.  Langkah keempat: pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasan, Aspek penilaian dan Teknik Penilaian

Contoh:   pemetaan Standara Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasa, Aspek, dan Teknik Penilaian pada beberapa mata pelajaran.

Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Kelas / Semester         : IV/1.

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

KK

Aspek Teknik Penilaian

Tes

Unjuk kerja

Produk

Sikap

Portofolio

1.Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar lanjutan dengan koordinasi yang baik, serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan**)

  • Menendang bola dengan berbagai variasi.
  • Menggombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
  • Mengkombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
  • Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
  • Menerapkan nilai kerjasama dalam bermain.
  • Menyebutkan otot-otot yang bekerja lebih berat dalam permainan sepak bola.
  • Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
  • Menggiring bola dengan berbagai variasi
80%

75%

80%

75%

75%

70%

75%

75%

Keterampilan cabang olahraga

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

v

KK = Kriteria Ketuntasan

Catatan: untuk memudahkan pekerjaan pendidik (guru), maka langkah perencanaan penilaian ini disatukan dengan silabus, yakni dengan menambahkan satu kolom setelah indikator, untuk kolom kriteria ketuntasan.

E.  Penetapan Teknik Penilaian

Dalam memilih teknik penilaian mempertimbangkan ciri indikator, contoh:

  • Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance).
  • Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, maka teknik penilaiannya adalah tertulis.


BAB V

PENGELOLAAN HASIL PENILAIAN

A.  Pengolahan Hasil Penilaian

1.  Data Penilaian Unjuk Kerja

Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap penampilan peserta didik dari suatu kompetensi. Skor diperoleh dengan cara mengisi format penilaian unjuk kerja yang dapat berupa daftar cek atau skala penilaian.

Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu kegiatan unjuk kerja adalah skor pencapaian dibagi skor maksimum dikali 10 (untuk skala 0 -10) atau dikali 100 (untuk skala 0 -100). Misalnya, dalam suatu penilaian unjuk kerja pidato, ada 8 aspek yang dinilai, antara lain: berdiri tegak, menatap kepada hadirin, penyampaian gagasan jelas, sistematis, dan sebagainya. Apabila seseorang mendapat skor 6, skor maksimumnya 8, maka nilai yang akan diperoleh adalah = 6/8 x 10 = 0,75 x 10 = 7,5.

Nilai 7,5 yang dicapai peserta didik mempunyai arti bahwa peserta didik telah mencapai 75% dari kompetensi ideal yang diharapkan untuk unjuk kerja tersebut. Apabila ditetapkan batas ketuntasan penguasaan kompetensi minimal 70%, maka  untuk kompetensi tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar.  Dengan demikian, peserta didik tersebut dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya.

2.  Data Penilaian Sikap

Data penilaian sikap bersumber dari catatan harian peserta didik berdasarkan pengamatan/ observasi guru mata pelajaran. Data hasil pengamatan guru dapat  dilengkapi dengan hasil penilaian berdasarkan pertanyaan langsung dan laporan pribadi.

Seperti telah diutarakan sebelumnya, hal yang harus dicatat dalam buku Catatan Harian peserta didik adalah kejadian-kejadian yang menonjol, yang berkaitan dengan sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik, baik positif maupun negatif. Yang dimaksud dengan kejadian-kejadian yang menonjol adalah kejadian-kejadian yang perlu mendapat perhatian, atau perlu diberi peringatan dan penghargaan dalam rangka pembinaan peserta didik.

Pada akhir semester, guru mata pelajaran merumuskan sintesis, sebagai deskripsi dari sikap, perilaku, dan unjuk kerja peserta didik dalam semester tersebut untuk mata pelajaran yang bersangkutan. Deskripsi tersebut menjadi bahan atau pernyataan untuk diisi dalam kolom Catatan Guru pada rapor peserta didik untuk semester dan mata pelajaran yang berkaitan. Selain itu, berdasarkan catatan-catatan tentang peserta didik yang dimilikinya, guru mata pelajaran dapat memberi masukan pula kepada Guru Bimbingan Konseling untuk merumuskan catatan, baik berupa peringatan atau rekomendasi, sebagai bahan bagi wali kelas dalam mengisi kolom deskripsi perilaku dalam rapor. Catatan Guru mata pelajaran menggambarkan sikap atau tingkat penguasaan peserta didik berkaitan dengan pelajaran yang ditempuhnya dalam bentuk kalimat naratif. Demikian juga catatan dalam kolom deskripsi perilaku, menggambarkan perilaku peserta didik yang perlu mendapat penghargaan/pujian atau peringatan.

3.  Data Penilaian Tertulis

Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil berbagai tes tertulis yang diikuti peserta didik. Soal tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian, jawaban singkat.

Soal bentuk pilihan ganda diskor dengan memberi angka 1 (satu) bagi setiap butir jawaban yang benar dan angka 0 (nol) bagi setiap butir soal yang salah. Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes pilihan ganda dihitung dengan prosedur:    jumlah jawaban benar

—————————— X 10

jumlah seluruh butir soal

Prosedur ini juga dapat digunakan dalam menghitung skor perolehan peserta didik untuk soal berbentuk benar salah, menjodohkan, dan jawaban singkat. Keempat bentuk soal terakhir ini juga dapat dilakukan penskoran secara objektif dan dapat diberi skor 1 untuk setiap jawaban yang benar.

Soal bentuk uraian dibedakan dalam dua kategori, uraian objektif dan uraian non-objektif. Uraian objektif dapat diskor secara objektif berdasarkan konsep atau kata kunci yang sudah pasti sebagai jawaban yang benar. Setiap konsep atau kata kunci yang benar yang dapat dijawab peserta didik diberi skor 1. Skor maksimal butir soal adalah sama dengan jumlah konsep kunci yang dituntut untuk dijawab oleh peserta didik. Skor capaian peserta didik untuk satu butir soal kategori ini adalah jumlah konsep kunci yang dapat dijawab benar, dibagi skor maksimal, dikali dengan 10.

Soal bentuk uraian non objektif tidak dapat diskor secara objektif, karena jawaban yang dinilai  dapat berupa opini atau pendapat peserta didik sendiri, bukan berupa konsep kunci yang sudah pasti. Pedoman penilaiannya berupa kriteria-kriteria jawaban. Setiap kriteria jawaban diberikan rentang nilai tertentu, misalnya 0 – 5. Tidak ada jawaban untuk suatu kriteria diberi skor 0. Besar-kecilnya skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu kriteria ditentukan berdasarkan tingkat kesempurnaan jawaban dibandingkan dengan kriteria jawaban tersebut.

Skor penilaian yang diperoleh dengan menggunakan berbagai bentuk tes tertulis perlu digabung menjadi satu kesatuan nilai penguasaan kompetensi dasar dan standar kompetensi mata pelajaran. Dalam proses penggabungan dan penyatuan nilai, data yang diperoleh dengan masing-masing bentuk soal tersebut juga perlu diberi bobot, dengan mempertimbangkan tingkat  kesukaran dan kompleksitas jawaban. Nilai akhir semester ditulis dalam rentang 0 sampai 10, dengan dua angka di belakang koma. Nilai akhir semester yang diperoleh peserta didik merupakan deskripsi tentang tingkat atau persentase penguasaan Kompetensi Dasar  dalam semester tersebut. Misalnya, nilai 6,50 dapat diinterpretasikan peserta didik telah menguasai 65% unjuk kerja berkaitan dengan Kompetensi Dasar mata pelajaran dalam semester tersebut.

4. Data Penilaian Proyek

Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16.

Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran untuk masing-masing tahap.

Tahap

Deskripsi

Skor

Perencanaan/ persiapan

Memuat:

topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang akan diperoleh, tempat penelitian, daftar pertanyaan atau format pengamatan yang sesuai dengan tujuan.

1- 4

Pengumpulan data

Data tercatat dengan rapi, jelas dan lengkap. Ketepatan menggunakan alat/bahan

1- 4

Pengolahan data

Ada pengklasifikasian data, penafsiran data sesuai dengan tujuan penelitian.

1- 4

Penyajian data/ laporan

Merumuskan topik, merumuskan tujuan penelitian, menuliskan alat dan bahan, menguraikan cara kerja (langkah-langkah kegiatan)

Penulisan laporan sistematis, menggunakan bahasa yang komunikatif. Penyajian data lengkap, memuat kesimpulan dan saran.

1- 4

Total Skor

Keterangan:

Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh.

5.  Data Penilaian Produk

Data penilaian produk diperoleh dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pembuatan (produk), dan tahap penilaian (appraisal).  Informasi tentang data penilaian produk diperoleh dengan menggunakan cara holistik atau cara analitik. Dengan cara holistik, guru menilai hasil produk peserta didik berdasarkan kesan keseluruhan produk dengan menggunakan kriteria keindahan dan kegunaan produk tersebut pada skala skor 0 – 10 atau 1 – 100. Cara penilaian analitik, guru menilai hasil produk berdasarkan tahap proses pengembangan, yaitu mulai dari tahap persiapan, tahap pembuatan, dan tahap penilaian.

Contoh tabel penilaian analitik dan penskorannya.

Tahap

Deskripsi

Skor

Persiapan

Kemampuan merencanakan seperti:

  • menggali dan mengembangkan gagasan;
  • mendesain produk, menentukan alat dan bahan

1-10

Pembuatan Produk

  • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan bahan;
  • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan alat;
  • Kemampuan menyeleksi dan menggunakan teknik;

1-10

Penilaian produk

  • Kemampuan peserta didik membuat produk sesuai kegunaan/fungsinya;
  • Produk memenuhi kriteria keindahan.

1-10

Kriteria penskoran:

  • menggunakan skala skor 0 – 10 atau 1 – 100;
  • semakin baik kemampuan yang ditampilkan, semakin tinggi skor yang diperoleh.

6. Data penilaian Portofolio

Data penilaian portofolio peserta didik didasarkan dari hasil kumpulan informasi yang telah dilakukan oleh peserta didik selama pembelajaran berlangsung.  Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru, (2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta didik. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap peserta didik dalam melakukan kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio, (2) dokumentasi/data dalam folder, (3) perkembangan dokumen, (4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi dan (6) penampilan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran.

Berdasarkan ketiga komponen penilaian tersebut, guru menilai peserta didik dengan menggunakan acuan patokan kriteria yang artinya apakah peserta didik telah mencapai kompetensi yang diharapkan dalam bentuk persentase (%) pencapaian atau dengan menggunakan skala 0 – 10 atau 0 – 100.  Pensekoran dilakukan  berdasarkan kegiatan unjuk kerja, dengan rambu-rambu atau kriteria penskoran portofolio yang telah ditetapkan.  Skor pencapaian peserta didik dapat diubah ke dalam skor yang berskala 0 -10 atau 0 – 100 dengan patokan jumlah skor pencapaian dibagi skor maksimum yang dapat dicapai, dikali dengan 10 atau 100. Dengan demikian akan diperoleh skor peserta didik berdasarkan portofolio masing-masing.

7.  Data Penilaian Diri

Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan kompetensi tertentu, yang dilakukan oleh peserta didik sendiri, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Pada taraf awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik tidak dapat langsung dipercayai dan digunakan, karena dua alasan utama. Pertama, karena peserta didik belum terbiasa dan terlatih, sangat terbuka kemungkinan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan dalam penilaian. Kedua, ada kemungkinan peserta didik sangat subjektif dalam melakukan penilaian, karena terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. Oleh karena itu, pada taraf awal, guru perlu melakukan langkah-langkah telaahan terhadap hasil penilaian diri peserta didik. Guru perlu mengambil sampel antara 10% s.d. 20% untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan bahwa peserta didik banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam melakukan koreksi, guru dapat mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan dalam koreksian pertama. Dua atau tiga kali guru melakukan langkah-langkah koreksi dan telaahan seperti ini, para peserta didik menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik, objektif, dan jujur.

Apabila peserta didik telah terlatih dalam melakukan penilaian diri secara   guru.  Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat dipercaya serta dapat dipahami, diinterpresikan, dan digunakan seperti hasil penilaian yang dilakukan oleh guru.

B.  Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menetapkan Ketuntasan Belajar

Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator. Penilaian dilakukan pada waktu  pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas.

Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam suatu kompetensi dasar (KD) ditetapkan antara 0% – 100%. Kriteria ideal untuk masing-masing indikator lebih besar dari 60%. Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator, apakah 50%, 60% atau 70%. Penetapan itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti tingkat kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator dan daya dukung guru serta ketersediaan sarana dan prasarana. Namun, kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar secara berkala, misalnya melalui ujian nasional. Hasil penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Melalui pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya, dalam hal ini meningkatkan kriteria pencapaian indikator semakin mendekati 100%.

Apabila nilai peserta didik untuk indikator pencapaian sama atau lebih besar dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan bahwa peserta didik itu telah menuntaskan indikator itu. Apabila semua indikator telah tuntas, dapat dikatakan peserta didik telah menguasai KD bersangkutan. Dengan demikian, peserta didik dapat diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas lebih dari 50%, peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Sebaliknya, apabila nilai indikator dari suatu KD lebih kecil dari kriteria ketuntasan, dapat dikatakan peserta didik itu belum menuntaskan indikator itu. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum  tuntas sama atau lebih dari 50%, peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya.

Contoh penghitungan nilai kompetensi dasar dan ketuntasan belajar pada suatu mata pelajaran.

Kompetensi Dasar

Indikator

Kriteria Ketuntasan

Nilai peserta didik

Ketuntasan

Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dimuka bumi

1. Menganalisis keterkaitan teori tektonik lemeng terhadap persebaran gunung api, gempa bumi dan pembentukan relief muka bumi

2. Mengidentifikasi ciri bentang lahan sebagai akibat proses pengikisan dan pengendapan

3. Mengidentifikasi degradasi lahan dan dampaknya terhadap kehidupan

60%

60%

50%

60

59

59

Tuntas

Tidak Tuntas

Tuntas

Menganalisis atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi

1. Mengidentifikasi ciri-ciri lapisan atmosfer dan pemanfaatannya

2. Menganalisis unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, kelembaban, awan, curah hujan)

3. Mengklasifikasikan berbagai tipe iklim

60%

70%

60%

61

80

90

Tuntas

Tuntas

Tuntas

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai indikator pada kompetensi dasar 1 cenderung 60. Jadi nilai kompetensi dasar 1 adalah 60 atau 6. Nilai indikator pada kompetensi dasar ke 2  bervariasi, sehingga dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai kompetensi dasar ke 2 :

Pada kompetensi dasar 1, indikator ke- 2 belum tuntas. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk indikator tersebut.


BAB VI

PEMANFAATAN DAN PELAPORAN

HASIL PENILAIAN KELAS

Penilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan antara lain: (1) perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan, (2) pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu yang disediakan, (3) perbaikan program dan proses pembelajaran, (4) pelaporan, dan (5) penentuan kenaikan kelas.

A.  Pemanfaatan Hasil Penilaian

1.  Bagi peserta didik yang memerlukan remedial.

Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap  kompetensi,  bila peserta didik mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, memberikan bantuan sesuai dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk. Dengan demikian peserta didik tidak frustasi dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya.

Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatan dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian dilakukan penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan, membuat rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapat dilaksanakan  pada atau di luar jam  efektif. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas.

2.  Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan.

Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki  penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai npeserta didik pada mata pelajaran bersangkutan. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam efektif. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu mencapai kompetensi lebih cepat, dapat  diberikan  program akselerasi.


3.  Bagi Guru

Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu, program yang telah dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif  membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester, karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat.

4. Bagi Kepala Sekolah

Hasil penilaian dapat digunakan Kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa.

B.  Pelaporan Hasil Penilain Kelas

1.  Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik

Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, di mana peran-serta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang akademik. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas publik. Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orangtua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya. Laporan tersebut merupakan sarana komunikasi dan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah.

Pelaporan hasil belajar hendaknya:

  • Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik
  • Memberikan informasi yang jelas, komprehensif, dan akurat.
  • Menjamin orangtua mendapatkan informasi secepatnya bilamana anaknya bermasalah dalam belajar

2.  Bentuk Laporan

Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data kuantitatif maupun kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor), misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 pada mata pelajaran matematika. Namun, makna nilai tunggal seperti itu kurang dipahami peserta didik maupun orangtua karena terlalu umum. Hal ini membuat orangtua sulit menindaklanjuti apakah anaknya perlu dibantu dalam bidang aritmatika, aljabar, geometri, statistika, atau hal lain.

Laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan komprehensif agar “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dipahami). Dengan demikian orangtua/wali lebih mudah mengidentifikasi kompetensi yang belum dimiliki peserta didik, sehingga  dapat menentukan jenis bantuan yang diperlukan bagi anaknya. Dipihak anak, ia dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu ditingkatkan.

Isi Laporan

Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan sebagai berikut;

a     Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara akademik, fisik, sosial dan emosional?

b     Sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah?

c      Kemampuan/kompetensi apa yang sudah dan belum dikuasai dengan baik?

d     Apa yang harus orangtua lakukan untuk membantu dan mengembangkan prestasi anak lebih lanjut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, informasi yang diberikan kepada orang tua hendaknya;

a.   Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

b.   Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.

c.    Memberikan perhatian pada pengembangan dan pembelajaran anak.

d.   Berkaitan erat dengan hasil belajar yang harus dicapai dalam kurikulum.

e.   Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar.

3. Rekap Nilai

Rekap nilai merupakan rekap kemajuan belajar peserta didik, yang berisi informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik untuk setiap KD, dalam kurun waktu 1 semester. Rekap nilai diperlukan sebagai alat kontrol bagi guru tentang perkembangan hasil belajar peserta didik, sehingga diketahui kapan peserta didik memerlukan remedial.

Nilai yang ditulis merupakan rekap nilai setiap KD dari setiap aspek penilaian. Nilai suatu KD dapat diperoleh dari tes formatif, tes sumatif, hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, nilai tugas perseorangan maupun kelompok. Rata-rata nilai KD dalam setiap aspek akan menjadi nilai pencapaian kompetensi untuk aspek yang bersangkutan.

CONTOH FORMAT  REKAP NILAI

MATA PELAJARAN     : Bahasa Inggris

KELAS/SEMESTER      :

TAHUN PELAJARAN  :

   NO

NAMA

Mendengarkan

Berbicara

Membaca

Menulis

Kd 1

Kd2

Kd3

NR

Kd1

Kd2

Kd3

NR

Kd1

Kd2

Kd3

NR

Kd1

Kd2

Kd3  …

NR

1

Riri

2

Toto

* NR = nilai rata-rata KD untuk setiap aspek penilaian yang akan dimasukkan pada rapor

4. Rapor

Rapor adalah laporan kemajuan belajar peserta didik dalam kurun waktu satu semester. Laporan prestasi mata pelajaran, berisi informasi tentang pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Untuk model rapor, masing-masing sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki asalkan menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada setiap matapelajaran yang diperoleh dari ketuntasan kompetensi dasarnya. (Contoh model rapor beserta petunjuk pengisiannya lihat lampiran ).

Nilai pada rapor merupakan gambaran kemampuan peserta didik, karena itu kedudukan atau bobot nilai harian tidak lebih kecil dari nilai sumatif (nilai akhir program). Kompetensi yang diuji pada penilaian sumatif berasal dari SK, KD dan Indikator semester bersangkutan.

C.  Penentuan Kenaikan Kelas

Peserta didik dinyakan tidak naik kelas apabila: 1) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia  2) Jika peserta didik tidak menuntaskan 50 % atau lebih KD dan SK lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan 3) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

Untuk memudahkan administrasi, peserta didik yang tidak naik kelas diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta SK, KD, dan indikatornya dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran, SK, KD, dan indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya.

Apabila setiap anak bisa dibantu secara optimal sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu, maka tidak perlu ada anak yang tidak naik kelas (automatic promotion).  Automatic promotion apabila semua indikator, kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya, maka peserta didik dianggap layak naik ke kelas berikutnya.


Lampiran 2 : Model Rapor

PETUNJUK PENGISIAN RAPOR

A.  Rasional

Rapor merupakan dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orangtua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak pada kurun waktu tertentu. Karena itu, rapor harus komunikatif, informatif, dan  komprehensif (menyeluruh) memberikan gambaran tentang hasil belajar peserta didik.

Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki dimensi yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga orientasi pembelajaran dan penilaian adalah penguasaan kompetensi sesuai dengan dimensi masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian nilai pada rapor bukan nilai tunggal tetapi dikelompokkan menurut dimensi masing-masing mata pelajaran.

Setiap mata pelajaran memberikan informasi secara kuantitatif maupun deskriptif tentang perkembangan belajar peserta didik, sehingga dapat diketahui lebih jelas kelebihan maupun kekurangan peserta didik ybs. Untuk memudahkan pengisian, maka aspek-aspek penilaian pada rapor diusahakan sama dengan aspek-aspek yang tertuang dalam Standar Kompetensi mata pelajarannya.

B.  Penjelasan Umum

Informasi tentang hasil belajar dalam rapor ini diperoleh dari Format Penilaian Kemajuan Belajar yang dirangkum guru selama proses pembelajaran berlangsung. Format maupun cara pengisiannya dapat dilihat dalam Buku Pedoman Penilaian.

Secara umum pengisian rapor adalah sbb(Lihat format):

1.  Sekolah dapat menetapkan sendiri kelengkapan dari model rapor ini, misalnya identitas peserta didik dan sekolahnya.

2.  Kotak pertama, berisi no, nama mata pelajaran, aspek penilaian, nilai (angka dan huruf) serta catatan guru.

a.  Nomer merupakan nomer mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan.

b.  Mata Pelajaran merupakan nama mata pelajaran sesuai dalam struktur kurikulum yang digunakan

c.  Aspek Penilaian merupakan aspek-aspek pada masing-masing mata pelajaran yang ingin dikomunikasikan.

d.  Nilai merupakan nilai rata-rata dari masing-masing aspek penilaian. Kolom nilai angka diisi dengan angka dalam skala 10 (misal 8,40). Nilai tersebut ditulis dalam huruf pada kolom nilai huruf, misalnya: delapan koma empat puluh.

e.  Catatan guru merupakan deskripsi pencapaian kompetensi siswa termasuk sikap yang berhubungan dengan mata pelajaran.

Misalnya (Bahasa Indonesia) intonasi sangat bagus,  perbendaharaan kata kurang sehingga mengalami kesulitan dalam mengarang, kurang berani berlatih berpidato.

3.   Kotak ke dua: Perilaku

Merupakan penjelasan tentang rangkuman catatan guru Bimbingan dan Konseling yang berkaitan dengan perilaku umum peserta didik yang menonjol positif maupun negatif. Misal kedisiplinan, keaktifan mengikuti kegiatan sekolah, dan tanggung jawab.

4. Kotak ke tiga: Pengembangan diri

Merupakan catatan guru pembina ekstrakurikuler tentang peserta didik yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri yang dilakukan di luar jam belajar effektif (ekstrakurikuler). Misal,  pengembangan diri dalam bidang olah raga, seni dan budaya, sains.

C.  PENJELASAN PENGISIAN MASING-MASING MATA PELAJARAN PADA MASING-MASING SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

a.  Pendidikan Agama

INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha) dikelompokkan menjadi aspek:

1)  Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama, dan

2)  Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan beragama melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.

Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor juga mencakup aspek:

1)  Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai, dan

2)  Penerapan.

Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh INDIKATOR diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian setiap aspek.

b.  Pendidikan Kewarganegaraan

INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dikelompokkan menjadi aspek:

1)  Kemampuan untuk mengembangkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara, dan

2)  Kemampuan untuk menerapkan konsep dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.

Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor juga mencakup aspek:

1)  Penguasaan Konsep dan Nilai-nilai,

2)  Penerapan.

Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian pada setiap aspek.

c.  Bahasa dan Sastra Indonesia

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP dikelompokkan dalam aspek:

1)   Kemampuan berbahasa, yang terdiri atas sub-aspek:

a)  Mendengarkan,

b)  Berbicara,

c)  Membaca dan

d)  Menulis

2)  Kemampuan Bersastra, yang terdiri atas sub-aspek:

a)  Mendengarkan,

b)  Berbicara,

c)  Membaca dan

d)  Menulis.

3)  Aspek penilaian dalam rapor dikelompokkan ke dalam aspek:

1)  Mendengarkan,

2)  Berbicara,

3)  Membaca

4)  Menulis serta

5)  Apreasiasi Sastra.

Ketika memasukkan nilai pada rapor guru  memberikan kesimpulan nilai sub aspek kemampuan berbahasa sesuai dengan aspek penilaiannya. Sedangkan nilai Kemampuan Bersastra disimpulkan secara keseluruhan dan masuk dalam aspek penilaian apresiasi sastra.

d.  Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP dikelompokkan dalam aspek:

1)  Mendengarkan,

2)  Berbicara,

3)  Membaca dan

4)  Menulis.

Aspek Penilaian dalam mata pelajaran ini juga dikelompokkan dalam aspek :

1)  Mendengarkan,

2)  Berbicara,

3)  Membaca dan

4)  Menulis.

Oleh sebab itu, ketika memasukkan nilai pada rapor, guru memberikan kesimpulan nilai sesuai dengan aspek-aspek dalam Standar Kompetensi tersebut.

e.  Matematika

     Standar kompetensi mata pelajaran matematika SMP terdiri dari 4 aspek yaitu : (a) Bilangan; (b) Aljabar; (c)  Geometri dan pengukuran;  (d) Peluang dan statistika;

    

     Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dalam pembelajaran matematika yang mencakup ke empat aspek tersebut diatas adalah mencakup : (a) Pemahaman konsep; (b) Prosedur; (c) Penalaran dan komunikasi; (d) Pemecahan masalah; (e) Menghargai kegunaan matematika.

Demi kepraktisan dan kemudahan, maka aspek penilaian matematika dalam rapor dikelompokkan menjadi 3 aspek yaitu:

1)  Pemahaman Konsep

2)  Penalaran dan komunikasi

3)  Pemecahan masalah

Alasan:

1)  Pemahaman konsep merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam memahami konsep dan dalam melakukan prosedur (algoritma) secara luwes, akurat, efisien dan tepat. Indikator yang menunjukkan pemahaman konsep antara lain adalah:

a)  menyatakan ulang sebuah konsep

b)  mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya)

c)  memberi contoh dan non-contoh dari konsep

d)  menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis

e)  mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep

f)   menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu

g)  Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah

2)  Penalaran dan komunikasi merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam melakukan penalaran dan mengkomunikasikan gagasan matematika.Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara lain adalah:

a)  menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar dan diagram

b)  mengajukan dugaan

c)  melakukan manipulasi matematika

d)  menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi

e)  menarik kesimpulan dari pernyataan

f)   memeriksa kesahihan suatu argumen

g)  menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi

3)  Pemecahan masalah merupakan kompetensi strategik yang ditunjukkan siswa dalam memahami, memilih pendekatan dan strategi pemecahan, dan menyelesaikan model untuk menyelesaikan masalah.

 

     Indikator yang menunjukkan penalaran dan komunikasi antara lain adalah:

a)  menunjukkan pemahaman masalah

b)  mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah

c)  menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk

d)  memilih pendekatan dan metode pemecahan masalah secara tepat

e)  mengembangkan strategi pemecahan masalah

f)   membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah

g)  menyelesaikan masalah yang tidak rutin

Sehingga ketika akan memasukkan nilai kedalam rapor, maka:

1)  Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah kompeten dalam pemahaman  konsep  dimasukkan ke dalam aspek penilaian pemahaman konsep.

2)  Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah kompeten dalam penalaran dan komunikasi dimasukkan ke dalam aspek penilaian penalaran dan komunikasi.

3)  Hasil penilaian terhadap Indikator yang menunjukkan bahwa siswa telah kompeten dalam pemecahan masalah dimasukkan dalam aspek penilaian pemecahan masalah.

f.  Ilmu Pengetahuan Alam

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dikelompokkan dalam:

1)  Pemahaman Konsep dan Penerapannya

2)  Kerja Ilmiah

Sedangkan Aspek Penilaiannya dikelompokkan menjadi:

1)  Pemahaman dan Penerapan konsep

2)  Kinerja Ilmiah

Alasan:

1) Pemahaman dan Penerapan Konsep mencakup semua sub ranah dalam ranah kognitif

2) Kinerja Ilmiah mencerminkan semua aktivitas sains yang melatih dan mengembangkan baik keterampilan sains dan sikap ilmiah

Untuk memasukkan nilai pada rapor,  semua nilai pemahaman dan penerapan konsep yang mencakup semua sub ranah kognitif dimasukkan ke dalam aspek Pemahaman dan Penerapan Konsep, sedangkan semua nilai yang berhubungan dengan aktifitas sains yang melatih dan mengembangkan keterampilan sains dan Sikap Ilmiah, dimasukkan ke dalam aspek Kinerja Ilmiah.

g.  Ilmu Pengetahuan Sosial

INDIKATOR yang terdapat dalam Standar Kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial dikelompokkan menjadi aspek:

1)  Kemampuan untuk mengembangkan konsep kehidupan sosial, dan

2) Kemampuan untuk menerapkan konsep kehidupan sosial melalui Praktik atau Pengalaman Belajar.

Berdasarkan hal itu, nilai hasil belajar mata pelajaran Pengetahuan Sosial yang dicantumkan dalam Rapor mencakup aspek:

1)  Penguasaan Konsep,

2)  Penerapan.

Untuk kepentingan pembelajaran dan penilaian, analisis terhadap seluruh indikator diperlukan untuk menentukan indikator-indikator yang termasuk ke dalam masing-masing aspek. Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor merupakan keputusan akhir yang menyimpulkan pencapaian pada setiap aspek.

h.  Seni dan Budaya

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Seni dan Budaya dikelompokkan dalam:

1)  Seni Rupa,

2)  Seni Musik,

3)  Seni Tari , dan

4)  Seni Teater.

Siswa boleh memilih satu atau dua dari cabang seni tersebut. kelompok Standar Kompetensi tersebut kemudian diurai menjadi kompetensi dasar (KD) yang mencakup:

1)  konsepsi,

2)  apresiasi dan

3)  kreasi,

Aspek Penilaian dalam mata pelajaran ini  dikelompokkan dalam aspek:

1)  Apresiasi dan

2)  Kreasi.

Untuk mengisi rapor nilai KD konsepsi dilebur ke dalam aspek apresiasi dan/atau kreasi sesuai dengan tuntutan kompetensinya. Nilai KD apresiasi masuk ke dalam aspek penilaian apresiasi, sedangkan nilai KD kreasi masuk ke dalam aspek penilaian kreasi. Jadi masing-masing cabang seni memiliki nilai kreasi dan apresiasi.  Hal ini untuk mencegah bentuk penilaian yang teoritis pada mata pelajaran Kesenian.


h.  Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan.

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani , olah raga dan kesehatan terdiri atas:

1)  Permainan dan Olahraga,

2)  Aktivitas Pengembangan,

3)  Uji diri/senam,

4)  aktivitas Ritmik,

5)  Akuatik dan

6)  Pendidikan Luar Kelas.

7) Kesehatan

Aspek Penilaian yang dimasukan ke dalam rapor adalah:

1)  keterampilan gerak dasar,

2)  Keterampilan cabang olah raga,

3)  Kebugaran dan kesehatan,

4)  Pilihan akuatik dan pendidikan luar kelas

j.  Keterampilan

Standar Kompetensi mata pelajaran Keterampilan  dikelompokkan dalam:

1) menciptakan dan mengkomunikasikan produk kerajinan, dan

2) menciptakan dan mengkomunikasikan produk teknologi.

Aspek penilaiannya dalam rapor adalah:

1) Kreasi Produk Kerajinan,

2) Kreasi Produk Teknologi

Dengan demikian, semua nilai yang diperoleh dari kreasi tangan yang menggunakan bahan dengan tehnik tertentu atau tehnik campuran dimasukkan ke dalam nilai Kreasi Produk Kerajinan. Sedangkan, semua nilai yang diperoleh dari kreasi dengan bantuan peralatan teknologi (seperti pembuatan dan pengawetan makanan, Pemanfaatan tehnik Listrik, Teknologi Tanaman, Tehnik Cetak Foto, dan Tehnik Listrik) dimasukkan ke dalam nilai Kreasi Produk Teknologi. Perlu diingat, nilai kreasi termasuk juga nilai apresiasi dan etika kerja.

k.  Teknologi Informasi dan Komunikasi

Standar kompetensi untuk mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komunikasi  dikelompokkan dalam:

1)  Pemahaman Konsep, Pengetahuan, dan Operasi Dasar,

2)  Pengolahan Informasi untuk Produktivitas, dan

3)  Pemecahan masalah, eksplorasi, dan komunikasi.

Aspek penilaian dalam rapor adalah:

1)  Etika Pemanfaatan

2)  Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi, dan

3)  Penugasan Proyek

Dengan demikian, semua nilai yang berkaitan dengan Pemahaman Konsep, Pengetahuan, dan Operasi Dasar, dimasukkan ke dalam aspek penilaian Etika Pemanfaatan, Nilai Pengolahan Informasi untuk Produktivitas, dimasukan ke dalam aspek penilaian Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi, Nilai Pemecahan masalah, eksplorasi, dan komunikasi dimasukkan ke dalam aspek penilaian Penugasan Proyek.

l.   Muatan Lokal

Muatan Lokal ditetapkan oleh daerah/sekolah, maka pengelompokan nilai dalam rapor ditetapkan oleh sekolah/daerah masing-masing.

D.  MEKANISME PENENTUAN NAIK KELAS DAN TINGGAL KELAS

1.  Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun

2.  Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB), kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata pelajaran.

3.  Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, a) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia  b) Jika peserta didik tidak menuntaskan KD dan SK lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan c) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

4.  Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD, dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.


Model Rapor SMP

Nama Sekolah                                              :  …………………………………………….   Kelas  :  VII

Alamat           : ……………………………………………. Semester Ke   :  1 ( satu)

Nama Siswa    : ……………………………………………. Tahun Pelajaran     : 2006/2007

Nomor Induk   : …………………………………………….

No.

Mata Pelajaran

Aspek Penilaian

Nilai

Catatan Guru

Angka

Huruf

1.

Pendidikan Agama Penguasaan Konsep dan nilai-nilai

 
Penerapan

 

2.

Pendidikan Kewarganegaraan Penguasaan Konsep dan nilai-nilai

 
Penerapan

 

3.

Bahasa dan Sastra Indonesia Mendengarkan

 
Berbicara

 
Membaca

 
Menulis

 
Apresiasi Sastra

 

4.

Bahasa Inggris Mendengarkan

 
Berbicara

 
Membaca

 
Menulis

 

5.

Matematika Pemahaman konsep

 
Penalaran dan Komunikasi

 
Pemecahan Masalah

 

6.

Ilmu Pengetahuan Alam Pemahaman dan Penerapan Konsep

 
Kinerja  Ilmiah

 

7.

Ilmu Pengetahuan Sosial Penguasaan Konsep

 
Penerapan

 

8.

Seni dan Budaya Apresiasi

 
Kreasi

 

9.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kemampuan Gerak Dasar

 
Keterampilan cabang olar raga

 
Kebugaran dan Kesehatan

 
Pilihan:

Akuatik/Pend.Luar Sekolah

 

10.

Pilihan:

 
a. Keterampilan Kreasi Produk Kerajinan

 
Kreasi Produk Teknologi

 
b. Teknologi Informasi dan Komunikasi Etika Pemanfaatan

 
Pengolahan dan Pemanfaatan Informasi

 
Penugasan Proyek

 

11.

Muatan Lokal

 

PERILAKU

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

PENGEMBANGAN DIRI

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………..

Ketidakhadiran

Hari

1.  Sakit
2.  Izin
3. Tanpa Keterangan

Mengetahui

Orang Tua/Wali

( …………………………)

Diberikan  di:  Jakarta

Tanggal     :  4 Januari  2006

Wali Kelas

( …………………………)

Keputusan:

Berdasarkan hasil yang dicapai pada semester 1 dan 2, maka siswa ini ditetapkan:

Naik  ke  kelas  ………………………(……….)

Tinggal di kelas ………………………(……….)

Jakarta, Juli 2007

Kepala Sekolah

( …………………………)

Mengetahui

Orang Tua/Wali

( …………………………)

Wali Kelas

( …………………………)

DAFTAR PUSTAKA

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Portfolios Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Project Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1998). Product Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996). Performance Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1999). Paper amd Pen Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Gronlund, E. Norman. (1982). Constructing Achievement Tests. London: Prentice Hall.

Linn, R.L., dan Gronlund, N.E. (1995). Measurement and Assessment in Teaching. New Jersey: Prentice Hall.

Popham, W.J. (1995) Classroom Assessment, What Teachers Need to Know. Boston: Allyn & Bacon.

About antoniuspetrux

tempat, tanggal lahir : sleman, 4 oktober 1990 status : mahasiswa (pend. biologi, USD)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s